Bukan Cuma Arogan, Toyota Calya Viral di Gunung Sahari Ternyata 'Bodong', Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan!

Citizen Journalist ID - Kejadian viral di kawasan Gunung Sahari kembali membuka kotak pandora mengenai rendahnya kedisiplinan pengemudi di ibu kota. Aksi ugal-ugalan sebuah Toyota Calya yang sempat terekam kamera netizen akhirnya menemui titik terang. Bukan sekadar masalah temperamen di jalan raya, penyelidikan mengungkap fakta yang lebih meresahkan: penggunaan pelat nomor palsu.

​Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa identitas kendaraan yang digunakan pelaku tidak sesuai dengan data registrasi yang ada. Pola ini sebenarnya bukan barang baru di Jakarta. Penggunaan pelat "bodong" sering kali menjadi tameng bagi oknum tak bertanggung jawab untuk menghindari jeratan e-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) atau sekadar gagah-gagahan demi melanggar aturan ganjil-genap.

​Mengapa pengemudi berani bermanuver berbahaya di tengah padatnya arus lalu lintas Gunung Sahari? Jawabannya sederhana: rasa aman yang semu. Dengan identitas palsu yang menempel di bumper, pengemudi merasa memiliki "lisensi" untuk mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain.

​Kritik tajam kini mengarah pada bagaimana pengawasan di lapangan masih bisa kecolongan. Jika mobil dengan pelat palsu bisa melenggang bebas melakukan aksi membahayakan tanpa deteksi dini, maka sistem keamanan jalan raya kita masih memiliki celah lebar yang bisa dieksploitasi kapan saja.
​Publik tidak lagi cukup puas dengan hanya melihat pelaku tertangkap dan diberi surat tilang. Kasus ini mencerminkan krisis integritas di jalanan. Aparat harus bertindak lebih jauh dari sekadar sanksi administratif; ada unsur pemalsuan dokumen negara yang seharusnya ditindak secara pidana.

​Kejadian di Gunung Sahari ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik setiap aksi ugal-ugalan, sering kali tersembunyi pelanggaran hukum yang lebih sistematis. Jalan raya tidak boleh menjadi sirkuit bagi mereka yang merasa bisa mengakali sistem.
Lebih baru Lebih lama