Menjadi Relawan yang Berdaya dan Berdampak: Panggilan Hati di Era Digital


Citizen Journalist ID - Dalam sebuah gerakan sosial, relawan bukan sekadar pendukung operasional, melainkan jantung dari perubahan itu sendiri. Hal inilah yang ditekankan oleh Yudha Adyaksa, S.I.Kom, seorang praktisi komunikasi yang merupakan Founder Y2F Media dan bagian dari Tim Media Relawan Aksi Bersama, saat menjadi narasumber utama pada akhir Januari 2026.

Momentum Peluncuran Yayasan Ruang Muda Vorizma

Materi tersebut disampaikan dalam acara "Launching Yayasan Ruang Muda VORIZMA dan Orientasi Relawan VORIZMA Tahun 2026". Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Aula Kecamatan Grogol Petamburan ini menandai tonggak sejarah baru bagi Vorizma dalam memperluas dampak sosialnya melalui legalitas yayasan.

Sekilas Tentang Vorizma Vorizma (singkatan dari Volunteer of Rising Zeneration Miracle) adalah sebuah organisasi kerelawanan yang kini bernaung di bawah Yayasan Ruang Muda Vorizma. Berfokus pada pengembangan pemuda, Vorizma hadir sebagai wadah pembekalan bagi relawan agar memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, dan keterampilan untuk memberikan dampak positif, khususnya dalam menghadapi tantangan sosial di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Intisari Materi: Makna Kebermanfaatan

Menurut Kak Yudha, langkah awal menjadi relawan adalah menemukan alasan mendasar atau "Why" kita terjun ke lapangan. Ia menegaskan bahwa kerelawanan harus menjadi komitmen pribadi untuk memberikan waktu dan energi demi kebaikan bersama.

"Menjadi relawan adalah tentang memberikan manfaat yang tepat sasaran, bukan sekadar berbelas kasihan. Kebermanfaatan muncul ketika kita memberikan apa yang benar-benar dibutuhkan warga, bukan hanya apa yang ingin kita berikan."

Ia menekankan bahwa kebermanfaatan sejati adalah hasil dari gotong royong antara relawan dan warga, sebuah proses dua arah yang membangun kemandirian, bukan ketergantungan.

Relawan sebagai Penggerak di Era Digital

Dunia kerelawanan membawa setiap individu bersinggungan langsung dengan realitas sosial yang menantang, mulai dari isu pendidikan hingga pembangunan infrastruktur dasar di daerah terisolasi, seperti jembatan di Karanganyar yang puluhan tahun terisolasi.

Di era ini, relawan juga harus mampu menjadi pembelajar digital. Kak Yudha berbagi pengalaman mengenai pentingnya adaptasi teknologi dan peran strategis relawan sebagai content strategist agar suara masyarakat marginal dapat terdengar lebih luas melalui platform digital.

Komunitas: Sahabat di Setiap Fase Kehidupan

Salah satu pesan kunci dari Kak Yudha adalah bahwa kontribusi sosial tidak mengenal batasan usia atau status. Komunitas merupakan ekosistem yang memberikan nilai tambah di setiap jenjang usia:

Fase Sekolah/Kampus: Tempat membangun empati, karakter, dan aktualisasi diri melalui aksi nyata.
Fase Bekerja: Sarana memperluas jejaring dan profesionalisme sosial.
Fase Berkeluarga: Media untuk membangun warisan nilai (legacy) dan keteladanan bagi generasi mendatang.

Kutipan Inspiratif Kak Yudha Adyaksa

Sebagai penutup yang menggerakkan hati, Kak Yudha memberikan pesan kuat bagi seluruh relawan Vorizma:

"Jangan jadikan kesibukan sebagai alasan untuk berhenti berkomunitas. Di fase manapun Anda berada sekarang—apakah masih sekolah atau sudah berkeluarga—selalu ada ruang untuk berkontribusi. Komunitaslah yang akan menjaga semangat kita tetap menyala."

"Relawan tidak dibayar bukan karena mereka tidak berharga, tapi karena mereka tak ternilai harganya. Mari melangkah, dari diskusi digital menuju aksi nyata di lapangan."



Lebih baru Lebih lama