Citizenjournalist ID - Hotel Arya Duta Menteng menjadi pusat perhatian hari ini seiring dengan digelarnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat.
Agenda yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (17–18 Januari) ini mengusung tema sentral yang tajam: "Keadilan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia". Isu penyelamatan lingkungan hidup ditempatkan sebagai prioritas utama dalam menentukan arah perjuangan organisasi di tahun 2026.
Pertemuan nasional ini dijadwalkan menghadirkan tokoh-tokoh utama yang menjadi motor penggerak organisasi. Dr. Anies Rasyid Baswedan hadir sebagai tokoh inspiratif yang memberikan perspektif mengenai visi keadilan sosial dan lingkungan.
Selain itu, Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, S.H., M.H., serta Ketua Dewan Pakar, Prof. Sulfikar Amir, diagendakan memimpin jalannya perumusan langkah strategis organisasi.
Kehadiran para pakar dan tokoh nasional dalam satu forum ini menandakan bahwa persoalan ekologis bukan lagi sekadar isu sampingan bagi Gerakan Rakyat.
Diskusi diprediksi akan menyoroti kebijakan tata kelola hutan yang selama ini dinilai belum berpihak pada kelestarian alam dan keadilan bagi masyarakat adat serta lokal di sekitar kawasan hutan.
Rakernas I ini dirancang untuk menghasilkan peta jalan (roadmap) yang lebih konkret bagi seluruh pengurus wilayah di Indonesia. Fokus pada "Kembalikan Hutan Indonesia" menjadi sinyal bahwa Gerakan Rakyat akan mendorong aksi nyata di lapangan, mulai dari advokasi kebijakan hingga pelestarian hutan berbasis komunitas.
Para delegasi dari berbagai daerah yang mulai memadati lokasi acara hari ini membawa misi untuk menyinkronkan gerakan di tingkat akar rumput dengan visi besar keadilan ekologis.
Hasil dari Rakernas ini akan menentukan bagaimana organisasi memosisikan diri di tengah tantangan krisis iklim global, sembari tetap menjaga marwah perjuangan untuk Indonesia yang lebih adil dan hijau.
Seluruh mata kini tertuju pada hasil keputusan rapat yang akan diambil di jantung kota Jakarta ini.