Jakarta, 5 Agustus 2026 - Keluarga Pencak Silat Nusantara (KPSN) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 sebagai momentum untuk memperkuat transformasi pencak silat Indonesia. Mengusung semangat persaudaraan, kolaborasi, dan inovasi, peringatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan organisasi, tetapi juga penegasan komitmen dalam mempersiapkan generasi pesilat yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Rangkaian peringatan HUT ke-58 KPSN dihadiri oleh keluarga besar KPSN, para pendekar, pelatih, atlet, serta mendapat dukungan dari PB IPSI, IPSI DKI Jakarta, dan IPSI Jakarta Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol nyata bahwa kemajuan pencak silat hanya dapat diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi lintas organisasi. Ketua Panitia HUT KPSN menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan. “Terima kasih kepada seluruh panitia, keluarga besar KPSN, PB IPSI, IPSI DKI Jakarta, IPSI Jakarta Barat, dan semua pihak yang telah hadir serta memberikan dukungan nyata. Kebersamaan ini menjadi energi bagi kami untuk terus bergerak dan menghadirkan dampak yang lebih luas bagi perkembangan pencak silat Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Bima Sinung Widagdo (Ketua Harian) menegaskan bahwa pencak silat saat ini menghadapi tantangan baru yang membutuhkan perubahan cara berpikir dan cara bergerak. “KPSN harus memiliki Growth Mindset, yaitu terus belajar, beradaptasi, dan tidak cepat puas. Kita juga harus membangun Elite Skill, sehingga pesilat Indonesia mampu bersaing dengan standar dunia. Dan yang paling penting adalah menciptakan High Impact, di mana setiap kegiatan, prestasi, dan gerakan KPSN mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta masa depan pencak silat Indonesia,” tegas Mas Sinung.
Menurutnya, pencak silat tidak cukup hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga harus terus dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan zaman dan mampu menjadi bagian dari ekosistem olahraga global. Semangat tersebut selaras dengan visi besar untuk mendorong pencak silat semakin dikenal dunia dan menjadi bagian dari ajang Olimpiade. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari atlet, pelatih, perguruan, organisasi, akademisi, hingga masyarakat.
Selama 58 tahun, KPSN telah menjadi rumah bagi lahirnya persaudaraan, karakter, dan semangat kebangsaan melalui pencak silat. Memasuki usia yang baru, KPSN berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, memperkuat pembinaan generasi muda, serta menciptakan ruang kolaborasi yang mampu memberikan dampak positif bagi olahraga, budaya, dan masyarakat. Peringatan HUT ke-58 ini menjadi pengingat bahwa perjalanan KPSN tidak berhenti pada menjaga tradisi, tetapi juga membangun masa depan. Dengan semangat Growth Mindset, Elite Skill, dan High Impact, KPSN optimistis dapat terus menjadi bagian dari gerakan besar membawa pencak silat Indonesia menuju panggung dunia. “Warisan harus dijaga, tetapi masa depan harus diperjuangkan. Mari bertumbuh bersama, bergerak bersama, dan membawa pencak silat Indonesia menuju Olimpiade.”
.png)