Citizen Journalist ID - - Sutradara kawakan Christopher Nolan kembali menembus batas teknis industri perfilman global lewat proyek ambisiusnya, The Odyssey. Sutradara yang dikenal konsisten menjaga tradisi seluloid ini dilaporkan menghabiskan total penggunaan pita film analog format IMAX hingga mencapai 640 kilometer selama proses produksi.
Guna memberikan gambaran visual mengenai skala proyek tersebut, bentangan pita film sepanjang 640 km diperkirakan melebihi jarak darat antara Toronto di Kanada menuju New York di Amerika Serikat. Jika dikonversikan ke dalam peta Indonesia, panjang fisik gulungan film ini setara dengan jarak perjalanan darat mengendarai sepeda motor dari Blok M, Jakarta Selatan, hingga Kabupaten Ngawi di Jawa Timur.
Penggunaan pita seluloid berskala masif ini tidak terlepas dari keputusan Nolan untuk mencetak sejarah baru di dunia sinema. The Odyssey dikonfirmasi menjadi karya film fitur pertama yang direkam secara penuh (full shot) menggunakan kamera analog format IMAX. Keputusan idealis ini membawa tingkat kesulitan logistik dan teknis yang sangat ekstrem di lokasi syuting.
Tantangan utama bertumpu pada kapasitas teknis perangkat IMAX itu sendiri. Setiap wadah penyimpanan pita film (magazine) pada kamera IMAX memiliki keterbatasan fisik yang amat ketat, yakni hanya mampu menampung durasi rekaman secara kontinu selama tiga menit. Kondisi ini menuntut presisi tingkat tinggi dari seluruh kru dan jajaran pemeran, mengingat durasi pengambilan gambar yang sangat terbatas dalam satu kali putaran roll film.
Langkah eksperimental ini menegaskan komitmen Nolan dalam mempertahankan otentisitas pengalaman menonton di layar lebar. Melalui perpaduan teknis yang rumit dan skala produksi yang masif, penggarapan The Odyssey menjadi salah satu pencapaian teknis paling kompleks yang pernah dicatatkan dalam sejarah industri sinema modern.