Reflective Talk Herry Darmawan di Ruang Titian: "Saat Kita Membangun Jembatan, Kita Juga Dibangun Olehnya"

Citizen Journalist - Agenda Ruang Titian: Titik Sambung di Shoemaker Studios, Cikini, berlanjut pada sesi Reflective Talk yang disampaikan langsung oleh Herry Darmawan dari Aksi Bersama pada Minggu (19/7). Dalam pemaparannya, Herry tidak sekadar menyajikan laporan pertanggungjawaban infografis, melainkan membedah cetak biru pergerakan, dinamika pembelajaran di lapangan, hingga filosofi mendasar di balik intervensi infrastruktur sipil.

Herry membuka sesi dengan merinci lima kriteria rigid yang melandasi setiap program Aksi Bersama: berdampak dan bermanfaat secara luas, dibutuhkan masyarakat, memiliki sumber daya yang terdefinisi jelas sejak awal hingga akhir, dilakukan secara gotong royong, serta mampu menginspirasi dan menggerakkan banyak orang. Kriteria tersebut diterjemahkan ke dalam capaian kuantitatif yang nyata di layar utama: sebanyak 18.676 warga kini telah terhubung, dana kemanusiaan sebesar 2,3 miliar rupiah berhasil tersalurkan, dengan sokongan 11.898 donasi dan 23.474 Teman Aksi yang teregistrasi.

Perjalanan satu tahun ini dijabarkan melalui tiga fase pembelajaran utama. Pertama, "Belajar Membangun Jembatan", yang ditandai dengan peresmian Jembatan Cikembang pada 14 Mei 2025. Proses ini melibatkan integrasi material, pengelolaan sumber daya, dan adaptasi masyarakat setempat. Kedua, "Belajar Menjadi Jembatan", di mana ruang kerelawanan mempertemukan individu-individu yang sebelumnya tidak saling mengenal untuk berkolaborasi secara kolektif. 

Pembelajaran ini terlihat nyata pada pembangunan Jembatan Karanganyar (diresmikan 30 Januari 2026) yang didukung oleh Iswanto, seorang kreator konten lokal yang merekam seluruh proses dari bawah, serta Jembatan Cilojami pada 19 April 2026 yang berhasil menghubungkan wilayah Bandung Barat dan Cianjur.

Fase ketiga yang cukup menarik perhatian audiens adalah "Belajar Melepas dan Ikhlas". Herry mencontohkan kasus infrastruktur jembatan di Sukabumi yang saat ini kegiatannya telah diambil alih dan diteruskan oleh pemerintah daerah setempat sebuah indikator keberhasilan intervensi awal yang memicu tanggung jawab otoritas publik.

Sebagai langkah keberlanjutan, Aksi Bersama menjadwalkan peresmian Titian Persatuan keempat, yakni Jembatan Kemerleng di Aceh Tengah pada 24 Juli 2026. Proyek yang didukung oleh Humanies ini menerapkan prinsip lokal Musara Mupakat (kesepakatan bersama) untuk memulihkan konektivitas Kemerleng pascabencana, mempertemukan kembali rumah dengan tempat kerja, anak-anak dengan sekolah, serta petani dengan pasar.

Herry menutup refleksinya dengan sebuah analogi tentang penemuan tali oleh peradaban manusia. Tali, yang berawal dari jalinan serat rumput ilalang kecil, mampu membangun rumah, merakit perahu, dan menyeberangi lautan ketika disatukan. Kontribusi kolektif tersebut menjadi jawaban atas arah pergerakan akar rumput. Di akhir sesi, sebuah penegasan objektif diberikan kepada seluruh hadirin: bahwa dengan setiap langkah bersama membangun jembatan, manusia-manusia di dalamnya secara tidak langsung juga sedang dibangun oleh proses tersebut.

Lebih baru Lebih lama