Yusuf Lakaseng: Selamatkan Nyawa Prajurit, Evaluasi Penempatan TNI di UNIFIL

Citizen Journalist - Waketum Gerakan Rakyat, Yusuf Lakaseng, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dengan bertambahnya dua personel yang gugur baru-baru ini, total prajurit Indonesia yang kehilangan nyawa di Lebanon kini mencapai tiga orang.

Yusuf menegaskan bahwa kondisi di Lebanon saat ini sudah tidak lagi kondusif untuk misi perdamaian konvensional. Meluasnya eskalasi perang antara Israel dengan Iran dan Hizbullah telah menjadikan wilayah Lebanon sebagai medan tempur yang sangat berisiko tinggi.

"Membiarkan pasukan TNI di tengah perang Hizbullah dan Israel hanya akan terus mengorbankan jiwa prajurit kita dengan sia-sia," ujar Yusuf Lakaseng dalam keterangan tertulisnya.

Gerakan Rakyat menyoroti ketidakmampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menghentikan agresi Israel yang dinilai kerap mengabaikan hukum internasional. Menurut Yusuf, berada di bawah bendera UNIFIL saat ini tidak cukup memberikan perlindungan keamanan bagi para prajurit jika pihak-pihak yang bertikai tidak lagi mengindahkan seruan perdamaian.

Atas dasar keselamatan nyawa manusia, Gerakan Rakyat mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah taktis:

  • Mengevaluasi keberadaan pasukan TNI secara menyeluruh di wilayah konflik Lebanon.
  • Melakukan penarikan mundur (withdrawal) seluruh personel TNI demi menghindari bertambahnya korban jiwa.
  • Memprioritaskan keselamatan prajurit sebagai indikator utama dalam kebijakan penugasan luar negeri.

"Sudah saatnya pemerintah mengambil kebijakan untuk menarik pasukan kita dari Lebanon. Keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama," tutup Yusuf.



Lebih baru Lebih lama