Di hadapan majelis hakim, Direktur CV Promiseland itu menegaskan dirinya tidak pernah melakukan penggelembungan biaya dalam proyek yang dananya bersumber dari dana desa tersebut. Ia menyebut, yang paling terpukul justru keluarganya. Sejak perkara ini ramai diberitakan, keluarganya disebut enggan keluar rumah karena merasa malu dengan stigma korupsi yang kadung beredar di lingkungan sekitar.
Sidang lanjutan yang digelar Senin (26/1/2026) menghadirkan tiga kepala desa dari Kabupaten Karo sebagai saksi, yakni Kepala Desa Perbesi Martinus Sebayang, Kepala Desa Salit, dan Kepala Desa Kutakepar. Di ruang sidang, para saksi menjelaskan bahwa proyek video profil desa bermula dari proposal penawaran yang diajukan Amsal, kemudian dibahas dalam musyawarah perangkat desa sebelum disepakati.
Para kepala desa menyebut Amsal dan timnya beberapa kali turun langsung ke lapangan, melakukan pengambilan gambar menggunakan kamera video dan drone. Mereka menegaskan, pemeriksaan inspektorat atas penggunaan dana desa tidak menemukan penyimpangan, dan hasil video yang dihasilkan justru dinilai memuaskan. “Anggarannya bersumber dari dana desa. Saat pemeriksaan oleh inspektorat, tidak ada temuan sama sekali,” ujar Kades Perbesi, yang diamini saksi lainnya.
Di sisi lain, Amsal menekankan bahwa posisinya dalam proyek ini hanya sebagai penyedia jasa videografi profesional, bukan pengelola anggaran desa. Menurutnya, jika sejak awal penawaran dinilai tidak wajar, maka proyek tidak akan diterima dan pembayarannya bisa saja ditolak. Ia juga menyoroti dampak yang menurutnya bisa meluas ke pelaku ekonomi kreatif lain yang bekerja sama dengan pemerintah, jika perkara seperti yang dihadapinya kini menjadi preseden yang menakutkan.
Sidang dugaan korupsi proyek video profil desa di Kabupaten Karo ini dijadwalkan kembali berlanjut pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lanjutan. Di tengah proses hukum yang berjalan, ruang pengadilan menjadi panggung tempat tuduhan, pembelaan, dan tekanan sosial saling berkelindan—bukan hanya bagi terdakwa, tetapi juga bagi keluarga dan para pelaku usaha kreatif yang menggantungkan hidup pada kerja sama dengan pemerintah.
